Mengecek Hasil Akreditasi “B” Prodi PGSD UMC Lewat Web Resmi BAN PT

Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) spesifik Program Studi PGSD nya ternyata beneran sudah Terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan predikat B (Baguuuus). Alhasil tidak ada keraguan lagi bagi temen-temen yang menyangsikannya. Hasil Akreditasi ini bisa di cek secara online di situs resmi BAN PT berikut caranya saya kasih tau.

1. Masuk ke Situs http://ban-pt.kemdiknas.go.id/

2. Pilih Directori Akreditasi Program Studi

01

3. Tampilan selanjutnya seperti gambar di bawah ini, isi formulir sesuai gambar

2

4. Terakhit Cari deh.

3

Maka hasil akhir berupa predikat akreditasi semua Program Studi (Prodi) UMC termasuk di dalamnya Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang punya Akreditasi B’ gak percaya juga lihat aja gambarnya dan lagsung di coba deh biar gak penasaran.

4

Contoh Laporan PPL UMC Tahun 2013

Contoh Laporan PPL Tahun 2013 Samekhusni

caver

Klik Link’y Di Bawah Ini….?!

01 CAVER

02 PENGESAHAN DAFTAR ISI & KT PENGANTAR

03 BAB I-IV

04 KALENDER PENDIDIKAN SEKOLAH

05 RENCANA KEGIATAN PPL

HAKIKAT PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Materi Kapita Selekta B18 KV UMC

Materi Hakikat Pendidikan Dasar Mata Kuliah Kapita Selekta Pendidikan SD meliputi : 1) Fungsi, Tujuan dan Karakteristik Pendidikan Sekolah Dasar, 2) Peran Guru, Orang Tua dan Masyarakat Dalam Pendidikan dan 3) Tatanan Organisasi Pendidikan Sekolah Dasar. Berikut materinya bisa di download :

A. DOWNLOAD EKSETENSI PPSX : HAKIKAT PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

B. DOWNLOAD EKTENSI DOC :

01 COVER

02 KATA PENGANTAR & DAFTAR ISI

03 BAB I-BAB III

Contoh Poster Kelompok KKM PPM UMC Desa Jatipancur Kab. Cirebon Tahun 2012

Laporan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang perlu dibuat pada KKM PPM UMC Tahun 2012 diantaranya Poster KKM berikut kami share contoh Poster KKM mudah-mudahan bermanfaat..

Asal Usul Desa Kepunduan Kecamatan Dukupuntang

Gambar Kedung Blangpok. Kepunduan adalah sebuah desa di kecamatan Dukupuntang kabupaten Cirebon. dengan jumlah penduduk pada tahun 2003 kurang lebih 1500 jiwa. Mata pencaharian penduduk Kepunduan adalah tani dan dagang. Bahkan beberapa tahun belakangan, ini warga desa Kepunduan terserang wabah dagang nasi uduk. Batas-batas desa Kepunduan diapit oleh dua sungai dan dua desa. sebelah barat berbatasan dengan Warugede dan sebelah timur berbatasan dengan sungai Kedawung, sebelah selatan berbatasan dengan desa Cangkoak dan sebelah utara berbatasan dengan Sungai Cimanggung.

Asal-usul Desa Kepunduan

Pada masa ketika kesultanan Cirebon dipimpim oleh Gusti Sinuhun Syarif Hidayatullah dan istrinya Nyi Mas Pakungwati. Pada suatu ketika, Nyi Mas Pakungwati jarang bertemu dengan suaminya, yaitu Gusti Sinuhun Syarif Hidayatullah. Hal ini dikarenakan suaminya sebagai pemimpin kesultanan Cirebon dan juga sebagai waliullah yang bertugas mengembangkan agama Islam.

Untuk menghilangkan kejenuhannya, Nyi Mas pakungwati pergi ke barat hingga ke daerah Warugede. Nyi Mas Pakung Wati pergi karena pundung ( sunda ) yang artinya meninggalkan rumah karena rasa kekesalan terhadap suami. sambil menenangkan pikiran, akhirnya Nyi Mas Pakungwati memutuskan untuk menetap sementara di suatu perkampungan. Oleh masyarakat setempat daerah tersebut diberi nama Kepunduan, dari kata sunda ” Pundung ” yang  kemudian menjadi sebuah nama desa yang disebut Kepunduan yang termasuk wilayah kecamatan Dukupuntang dan Kabupatennya Cirebon

Pengikut Nyi Mas Pakungwati diantaranya adalah Ki Bewid dan Nyi Bewid, Ki Sulun dan Nyi Sulun, dan pangeran Dul, merekalah yang menemani Nyi Mas Pakungwati dalam kepergiannya meninggalkan keraton kasepuhan Cirebon. Sedangkan pengikutnya diperintahkan untuk menetap di daerah tersebut, yaitu Kepunduan. Mereka menetap untuk memeberikan ilmu agama Islam kepada masyarakat serta pengembangan perkampungan. Setelah para pengikut Nyi Mas Pakungwati wafat, masyarakat setempat menguburkan jenazah para pengikutnya di areal dekat sungai Cimanggung yang terletak di perbatasan desa Kepunduan dan desa Warugede.

Di Kepunduan terdapat pula dua tokoh masyarakat, yaitu Ki Argasela dan Nyi Supriya yang dikenal dengan nama Nyi Brintik. Kedua tokoh tersebut menurut masyarakat adalah yang mengawali membuka hutan untuk dijadikan pemukiman penduduk. Oleh karena itu, masyarakat setempat menganggapnya buyut ( moyang ), sehingga setiap tahun diadakan upacara “Ngunjung Buyut”, yaitu ziarah ke Ki Argasela dan Nyi Brintik yang maksudnya mendo’akan para leluhurnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.